Saturday, April 1, 2023
CUACA DAN IKLIM TROPIS: Buku Meteorologi Tropis
Wednesday, March 17, 2021
Kilat, guruh dan petir
Sering orang salah mengira bahwa peristiwa yang di langit itu tergolong kilat, guruh atau guntur, ataukah petir? Semoga kalian bisa membedakannya dengan baik. Benar! Kilat menyangkut cahaya; guruh atau guntur menyangkut suara; dan petir menyangkut keduanya yakni cahaya dan suaranya. Peristiwa kelistrikan di atmosfer ini biasanya terjadi di dalam awan, antar awan dan antara awan dengan permukaan bumi. Di antara ketiga jenis ini, yang paling berbahaya adalah yang terjadi antara awan dengan permukaan bumi. Benda-benda runcing apalagi besi/baja yang menjulang dan pepohonan serta gedung yang tinggi rentan terhadap sambaran petir. Oleh karena itu maka berbagai langkah yang bisa dilakukan terkait dengan petir dapat dilihat pada flier https://www.weather.gov/safety/lightning . Awan-awan yang bisa berdampak pada pembentukan kilat, guruh dan petir adalah awan-awan jenis kumulus dan kumulonimbus. Awan kumulus yang kemudian berkembang menjadi awan kumulonimbus akan menyebabkan terjadi pemisahan muatan listrik di dalam awan dimana di bagian atas awan bermuatan positif, di bagian bawah/dasar awan bermuatan negatif dan ada area kecil di dasar awan yang bermuatan positif. Sementara itu di dekat permukaan bumi terdapat kumpulan muatan positif khususnya yang berupa benda-benda yang menonjol di permukaan. Akibatnya bisa terjadi loncatan muatan yang berasal dari awan (stepped leader) yang kemudian disambut oleh sambaran dari permukaan sehingga terjadi petir yang menggelegar. Gelegar petir ini akibat adanya pemanasan yang ribuan derajat Celcius (konon 3000 oC atau 5 kali suhu permukaan matahari) pada Udara yang dilalui sehingga Udara bisa mengembang dan berkontraksi secara tiba-tiba. Ini yang kemudian terlihat dan terdengar dari kejauhan. Waktu antara kilat dan gelegar suara guruh tersebut bisa digunakan untuk menentukan jarak kita dengan pusat petir tersebut. Bila dibagi dengan angka 3 maka akan menunjukkan jarak dalam satuan kilometer.
Mengulas seperti yang telah disampaikan di atas, langkah yang sebaiknya dilakukan bila berada di dalam ruangan adalah tidak menyalakan alat-alat elektronik dan menjauhi jendela. Ini merupakan langkah umum yang sebaiknya lakukan mengingat jika petir menyambar maka ia dengan mudah menjalar melalui aliran listrik sehingga bisa membahayakan pengguna alat elektronik. Bisa juga akibatnya adalah alat elektronik tersebut rusak. Keluarga penulis pernah mengalami hal tersebut dimana gelegar petir yang dekat menyebabkan saudara terkapar pingsan, rumah saudara kebakaran, dan meledaknya colokan listrik pada saat petir terjadi. Berdasarkan pengalaman nyata itulah sebaiknya ketika hujan deras dan petir menyambar-nyambar maka semua peralatan elektronik dimatikan, menjauh dari peralatan listrik, dan menjauhi pula kaca jendela mengingat getaran dari petir bisa menyebabkan kaca pecah.
http://1.bp.blogspot.com/,,,,,,/s1600/petir.jpg
Bila saudara berada di luar ruangan, sebaiknya jangan berteduh di bawah pohon, apalagi berkerumun. Ini bisa sangat berbahaya karena banyak kejadian seseorang atau beberapa orang mati atau cacat atau pingsan karena terkena induksi petir yang menyambar tanaman/pohon tempat dia berteduh. Sebaiknya berteduh pada rumah yang berdinding.
Di Indonesia belum pernah terjadi adanya pesawat yang tersambar petir meskipun potensi hal tersebut ada, bahkan di musim hujan akan jauh meningkat. Pesawat-pesawat Udara yang melalui suatu awan tertentu dimana ada kalanya sulit untuk menghindari awan dalam perjalanannya dari satu bandara ke bandara yang lain tidak bisa tidak tentu akan mengalami kemungkinan untuk tersambar petir khususnya saat melewati/mendekati awan-awan jenis cumulus dan cumulonimbus. Yang pernah penulis saksikan adalah saat pesawat Qantas Australia melewati awan tebal kumulonimbus dan saat itu lagi hujan deras dan petir menyambar-nyambar namun akhirnya pesawat tersebut selamat melintasi wilayah awan tersebut. Semoga saja kita semua tidak mengalami peristiwa-peristiwa yang mencekam yang terkait dengan cuaca ya. Aamiin.
Sunday, January 10, 2021
Kecelakaan Sriwijaya Air
Kemarin kurang lebih jam 14.40 WIB telah jatuh pesawat Sriwijaya Air di laut Jawa dalam penerbangannya dari bandara Soekarno-Hatta Cengkareng Banten ke bandara Soepadio Pontianak Kalimantan Barat. Pesawat tersebut mengangkut puluhan orang termasuk pilot dan awak kabin dan sampai hari ini masih dicari keberadaannya karena diperkirakan semuanya meninggal tercebur di laut. Cuaca pada saat kejadian, menurut kabar memang sangat buruk, ada awan kumulonimbus yang menyebabkan hujan deras di Cengkareng. Pesawat yang jatuh tersebut tampaknya mengalami turbulen selama penerbangannya. Kita tunggu hasil penyelidikan KNKT untuk kepastiannya agar tidak timbul hoaks.
Mari biasakan untuk melihat berita ramalan cuaca pada saat hari dan jam penerbangan sebagai antisipasi agar tidak celaka. Betapapun canggihnya pesawat terbang dan sebetapapun trampilnya pilot, cuaca merupakan hal yang tidak bisa dianggap remeh. Apalagi seorang pilot yang dibekali ilmu tentang cuaca (meteorologi) semestinya bisa mengantisipasi sejak awal, sebelum penerbangan dilakukan dan tidak hanya memenuhi jadwal terbang yang telah ditetapkan maskapai penerbangan. Satu orang nyawapun tidak akan sebanding dengan nilai harta berapapun.
Semoga tidak timbul lagi kecelakaan baru di musim hujan ini dimana biasanya atmosfer sangat labil yang ditunjukkan oleh keberadaan awan-awan konvektif seperti kumulonimbus.Thursday, June 11, 2020
Penerbangan selama pandemi Covid-19??
Jasa angkutan udara mulai menggeliat meskipun dalam jumlah yang masih sangat terbatas. Belum semua maskapai penerbangan mengoperasikan pesawatnya. Hal ini semata-mata juga untuk membatasi ruang gerak masyarakat mengingat masih rentannya penyebaran wabah covid. Sayangnya, upaya yang sebenarnya lebih ditujukan agar ekonomi lebih berjalan khususnya untuk kalangan dunia usaha ini masih disalahgunakan oleh sebagian orang untuk mudik ke kampung halaman. Surat bebas covid diperjualbelikan sehingga menjadi ladang pencaharian bagi pihak tertentu yang bukan tidak mungkin disalahgunakan. Hal ini memang menjadi ladang bisnis tersendiri. Bahkan dalam jangka waktu tertentu yang makin pendek surat keterangan bebas corona ini berlaku. Orang Indonesia memang begitu kreatif dalam melihat kesempatan dalan kesempitan 🙂.
Penerbangan diperkenankan tapi penumpangnya harus menjaga jarak tertentu, ternyata pelaksanaannya seperti dalam kondisi normal. Beberapa hari yang lalu, orang yang positif covid pun ternyata lolos menjadi penumpang. Maka gegerlah penumpang pesawat tersebut dan masuk dalam pemberitaan media.
Mengajak disiplin masyarakat untuk mentaati protokol kesehatan memang tidak mudah tetapi bukan tidak mungkin suatu saat nanti akan menjadi kebiasaan bangsa Indonesia dengan kesadaran sendiri. Jadi saya yakin bahwa Indonesia dan bangsa-bangsa lain di dunia ini akan makin menyadari akan arti pentingnya kesehatan dan bersama sama menciptakan tata aturan dunia baru yang makin sehat. In sya allah. Amin.
Wednesday, December 25, 2019
Perjalanan akhir tahun ....
Di sebagian besar wilayah Indonesia, bulan Desember dan Januari merupakan musim hujan. Banyak terbentuk perawanan dan hujan deras yang mungkin disertai angin kencang. Perawanan-perawanan besar yang terjadi bisa berakibat pada turbulensi pada pesawat yang bisa sangat membahayakan para penumpangnya. Di darat dan perairan, meskipun saat ini baru sebagian kecil yang mengalami hujan deras dan angin kencang secara bersamaan, bukan tidak mungkin dalam waktu yang tidak terlalu lama peristiwa tersebut akan berulang kali terjadi, demikian pula dengan banjir dan tanah longsor. Daerah-daerah pariwisata tidak terhindar dari peristiwa tersebut. Mengingat bahwa para traveler banyak pula yang kurang memperhatikan cuaca dan musim karena kurang paham akan hal tersebut, maka mulai sekarang biasakanlah untuk membaca informasi cuaca, musim dan iklim (cusiklim). Banyak sumber bisa diperoleh tentang cusiklim ini. Tinggal googling saja. Selamat berlibur dan menikmati akhir pekan bersama keluarga. Selamat tahun baru 2020 untuk masa depan Indonesia yang lebih baik dan cerah. In sya allah. Aamiin.
Sunday, April 21, 2019
Penerbangan anda hari ini??
Tuesday, October 9, 2018
Seminar, workshop, pelatihan cuaca, musim dan iklim
Tuesday, October 3, 2017
Wednesday, September 20, 2017
Peluang kekeringan di Indonesia
Friday, September 15, 2017
Melek cuaca dan iklim Indonesia bagi generasi muda
Berikut ini adalah foto-foto kegiatan ceramah interaktif tentang cusiklim untuk generasi muda yang dilaksanakan di Bandung untuk menumbuhkan kecintaan dan perhatian terhadap cusiklim dimana bisa dimanfaatkan untuk tujuan penerbangan dll.
Tuesday, May 16, 2017
Pelatihan tanggap bencana 11-12 Juli 2017
Friday, January 27, 2017
Buku Anomali cuaca dan iklim Indonesia
Kritikan dan saran bisa dikirimkan via: joko.wiratmo@meteo.itb.ac.id
Tuesday, December 20, 2016
Lagi-lagi kecelakaan pesawat di Papua
Dengan makin murahnya bahan bakar yang dijual oleh pemerintah maka diharapkan moda transportasi darat akan makin berkembang. Kereta api yang selama ini hanya dibangun di Jawa dan Sumatera sudah harus disosialisasikan untuk wilayah lainnya. Banyak negara Eropa yang berpegunungan menggunakan moda transportasi kereta api untuk menjangkau berbagai wilayahnya. Biarlah masyarakat Papua bisa menghayati sebagai bagian dari NKRI, tidak hanya dikeruk sumber daya alamnya untuk pembangunan di wilayah lainnya. Pembangunan sumber daya manusia harus makin dipercepat di kawasan ini agar mereka bisa bahu membahu mengolah kekayaan alamnya untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat. Hidup Papua, hidup NKRI!
Saturday, November 26, 2016
Bagaimana penerbangan dalam satu minggu ke depan??
Sunday, September 11, 2016
Bagaimana memilih waktu yang tepat untuk terbang??
Thursday, June 9, 2016
Berikan analisa kalian terhadap data kecelakaan pesawat berikut ini
http://flightsafety.org/aerosafety-world-magazine/mar-2013/recovery-program
Friday, January 22, 2016
Masukan para traveller ...ditunggu ya
Tuesday, August 18, 2015
Penerbangan di Papua rawan kecelakaan akibat cuaca
Di sisi lain, cuaca - musim - iklim (cusiklim) di wilayah tersebut sangat dinamis. Pegunungan yang menjulang tinggi sangat berpengaruh pada cusiklim di Papua. Kita tahu bahwa pembentukan perawanan orografis sangat terdukung dengan adanya topografi yang kuat. Di lain pihak pola monsoon banyak berinteraksi dengan pola lokal tersebut sehingga menghasilkan pola cuaca, musim dan iklim yang unik dan tidak statis. Sayangnya sarana dan prasarana yang mendukung untuk dunia penerbangan masih sangat minim dan mungkin malah tidak memenuhi syarat yang ditetapkan oleh ICAO (organisasi penerbangan sipil internasional). Hanya karena "terpaksa" maka betapapun berbahayanya terbang dengan pesawat yang tidak diberikan informasi cuaca yang memadai, penerbangan pun dilaksanakan. Para calon penumpang tidak punya pilihan lain karena memang sampai saat ini belum ada moda transportasi yang bisa mengalahkan pesawat terbang. Biaya transportasi yang mahal sehingga mendorong harga-harga mahal terpaksa mereka bayar.
Oleh sebab itu, ke depan, sudah seharusnya pemerintah mendukung dan berempati dengan masyarakat Papua karena kekayaan alam Papua pun banyak dirasakan oleh masyarakat pulau lain di NKRI. Kekayaan alam Papua harus juga digunakan untuk sebesar-besar kesejahteraan dan kemakmuran masyarakat Papua. Sarana dan prasarana untuk tujuan penerbangan sudah sewajarnya diperbaiki dan direvitalisasi.
Friday, August 14, 2015
Patroli udara untuk keamanan maritim kita
Wilayah-wilayah upwelling yang kaya ikan sebenarnya bisa diperkirakan dari arah angin yang bertiup menuju pantai. Wilayah-wilayah inilah yang diburu oleh para kapten kapal asing yang sudah berpengalaman dan berpengetahuan meteorologi dan oseanografi yang baik. Dari berita-berita sinoptik yang mereka peroleh baik dari stasiun maritim terdekat maupun dari saluran-saluran berita cuaca dapat digunakan untuk tujuan menentukan daerah upwelling tersebut. Oleh karena itu maka wajarlah bahwa kapal-kapal asing yang berkeliaran di wilayah kita-pun bisa kita perkirakan keberadaannya dari berita-berita tersebut. Dibutuhkan ahli meteorologi dan oseanografi serta perikanan untuk menganalisis semua berita tersebut sehingga bisa dimanfaatkan oleh aparat keamanan (mungkin di bawah Badan Koordinasi Keamanan Laut / BAKAMLA atau TNI) untuk menangkap kapal-kapal asing tersebut.
Selama ini patroli keamanan laut lebih sering dilakukan dengan kapal laut dibanding dengan pesawat udara dan drone. Kapal-kapal asing yang sering jauh lebih canggih daripada kemampuan teknologi pengamanan maritim kita menyebabkan kapal-kapal tersebut sering lolos dari penangkapan. Sudah selayaknya perbaikan teknologi pengamanan laut kita ditingkatkan. Dan, yang perlu terus diupayakan adalah peningkatan pemahaman tentang kondisi meteorologis wilayah kita yang demikian unik. Kita semua tahu bahwa kondisi cuaca dan iklim sangat berperan dalam menentukan keberhasilan pengamanan wilayah laut kita. Cuaca yang buruk sangat mengganggu pada penerbangan pesawat dan drone sehingga tidak dapat beroperasi optimal. Cuaca buruk juga akan menyebabkan gelombang besar sehingga menghalangi kapal patroli kita untuk beroperasi. Pemahaman inilah yang harus dimiliki oleh para pemegang kekuasaan dalam mengamankan kawasan maritim nusantara.
Monday, July 13, 2015
Dampak letusan gunung Raung pada dunia penerbangan
Pada pesawat, debu dan asap vulkanik bisa menyebabkan kerusakan pada mesin sehingga mengurangi daya dorong dan angkat pesawat seperti bisa anda baca website berikut. Yang menarik dari sisi meteorologi adalah tentang pengaruh angin pada penyebaran abu letusan gunung. Kita mengenal bahwa debu akan disebarkan sesuai dengan arah angin. Pada saat ini angin tenggara mulai menyapu wilayah Indonesia. Namun harus diingat pula bahwa profil angin vertikal belum tentu setiap lapisan/ketinggian mempunyai arah angin yang sama meskipun secara keseluruhan angin tenggara yang dominan. Oleh karena itu wajar jika penyebarannya tidak hanya mengarah ke barat laut gunung Raung. Debu tersebar juga pada arah timur dan barat dari gunung tersebut. Meskipun berbeda dengan letusan gunung Merapi di Jawa Tengah namun dampak yang dirasakan bagi dunia penerbangan memang tidak boleh diremehkan begitu saja. Informasi cuaca yang terus diupdate setiap waktu akan sangat membantu operator dan otoritas penerbangan dalam menentukan waktu yang tepat untuk penerbangan melalui sekitar gunung Raung atau buka tutup bandara di sekitar gunung tersebut yang terkena dampak abu vulkaniknya. Tidak berlebihan kiranya bila kita mengacungkan jempol kepada pihak BMKG atas berbagai informasi cuaca yang disampaikan kepada semua pihak, termasuk di dalamnya masyarakat luas khususnya dalam menanggapi kejadian letusan gunung.







